Berikut adalah peran PGRI dalam menopang kehidupan guru di era modern:
1. Menghadapi Tekanan Administrasi dan Digitalisasi
2. Perlindungan dari Kriminalisasi di Era Viral
Kehidupan guru saat ini sangat rentan terhadap pengawasan publik. Tindakan pendisiplinan kecil di kelas bisa dengan mudah menjadi viral dan berujung pada laporan polisi.
-
MoU dengan Polri: Kesepakatan ini memastikan bahwa setiap laporan terhadap guru harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PGRI untuk dinilai dari sudut pandang kode etik profesi, mencegah tindakan hukum yang gegabah.
Matriks: Tantangan Guru Masa Kini & Solusi PGRI
| Tantangan Guru Modern | Peran PGRI | Dampak Nyata |
| Beban Kerja Digital | Kritik kebijakan & Pelatihan praktis. | Efisiensi waktu dalam mengajar. |
| Status Pekerjaan | Pengawalan rekrutmen ASN PPPK. | Kepastian karir dan masa depan. |
| Keamanan Profesi | Advokasi hukum dan kode etik. | Ketenangan dalam mendidik siswa. |
| Kesehatan Mental | Forum solidaritas dan kegiatan seni/olahraga. | Mengurangi stres kerja (burnout). |
3. Menjaga Kesejahteraan di Tengah Inflasi
Kehidupan guru masa kini tidak lepas dari tantangan ekonomi. PGRI terus menjadi garda terdepan dalam menjaga “napas” ekonomi pendidik.
-
Kawal Tunjangan Profesi: PGRI memastikan TPG (Tunjangan Profesi Guru) tetap menjadi hak yang melekat dan tidak terhapus oleh perubahan undang-undang.
-
Solidaritas Ekonomi: Melalui iuran anggota, PGRI membangun jaring pengaman sosial untuk membantu rekan sejawat yang mengalami musibah atau kesulitan finansial darurat.
4. Menyatukan Guru Milenial, Gen Z, dan Senior
Kehidupan di ruang guru masa kini terdiri dari berbagai generasi dengan sudut pandang berbeda.
-
Ruang Kolaborasi: PGRI menjadi media di mana guru senior berbagi pengalaman pedagogi, sementara guru muda berbagi kemahiran teknologi.
-
Jiwa Korsa: Penggunaan seragam batik PGRI tetap menjadi simbol bahwa meski zaman berubah, martabat dan perjuangan guru tetap satu tujuan.
Kesimpulan
PGRI bagi guru masa kini bukan sekadar organisasi formal, melainkan “Rumah Perlindungan” dan “Pusat Pengembangan”. Di tengah dunia yang semakin menuntut, PGRI memastikan bahwa guru tetap memiliki posisi tawar yang kuat, kompetensi yang relevan, dan kehidupan yang lebih bermartabat.



